Infrastructure

We focus on addressing the development of needs on Clean Water, Liquid Domestic Waste and environmental issues which has recently become a significant problem and its impact is increasing

Pengolahan Air Limbah bertujuan untuk mengurangi kandungan zat pencemar sehingga air limbah menjadi lebih bersih dan aman sebelum dibuang ke lingkungan. Zat pencemar utama yang terkandung dalam air limbah pada kegiatan domestik meliputi bahan organik, kotoran padat dan partikel tersuspensi, nitrogen amonia, minyak dan lemak hewani maupun nabati, serta mikroorganisme patogen. Pengurangan zat pencemar dilakukan melalui beberapa unit pengolahan yang memiliki fungsi berbeda, baik secara terpisah maupun saling mendukung, sesuai dengan karakteristik masing-masing zat pencemar.

Unit Pengolahan Air Limbah

Unit Pra-Pengolahan

1. Saluran Penyaring (Grate Channel) 

Menyaring dan menahan material berukuran besar dalam air limbah (seperti kantong plastik, potongan kain, sisa makanan, dan lain-lain) guna melindungi peralatan pada tahap proses berikutnya.

2. Bak Pengangkat Mikrofiltrasi dan Mesin Mikrofiltrasi 

Menaikkan air limbah ke unit mikrofiltrasi untuk menghilangkan padatan tersuspensi berukuran halus (seperti serat, rambut, sisa feses, dan lain-lain).

3. Bak Pengangkat Flotasi Udara dan Mesin Flotasi Udara Terintegrasi 

Mengalirkan air limbah ke unit flotasi udara terlarut untuk menghilangkan lemak serta padatan tersuspensi halus melalui proses flotasi udara terlarut.

4. Bak Penyeimbang (Regulating Reservoir)

Menyeimbangkan kualitas dan kuantitas air limbah serta meredam fluktuasi aliran masuk (influent).

Unit Pengolahan Biokimia 

1. Bak Seleksi Biologis 

Melakukan pencampuran cepat antara air limbah masuk (influent) dan lumpur balik (return sludge) untuk menghambat pertumbuhan bakteri filamen serta mendorong pembentukan flok.

2. Bak Anoksik (Hypoxic Pool)

Melakukan proses denitrifikasi dan penghilangan nitrogen dalam kondisi fakultatif, serta secara simultan menghidrolisis senyawa organik bermolekul besar.

3. Bak Aerobik (Aerobic Tank)

Mikroorganisme aerobik menguraikan bahan organik sekaligus menjalankan proses nitrifikasi.

4. Bak Sedimentasi (Drain Trap)

Memisahkan lumpur dan air, mengalirkan air jernih (supernatan), serta melakukan resirkulasi atau pembuangan lumpur.

Unit Pengolahan Lanjutan (Sterilisasi) 

Pada tahap ini, dilakukan penambahan natrium hipoklorit untuk menonaktifkan patogen.

Unit Pengolahan Lumpur

Mengurangi kadar air (dewatering) dan volume lumpur berlebih untuk memudahkan proses pengangkutan dan pembuangan.

Lihat Katalog Kami

Portofolio

Kualitas Effluent Optimal & Stabil

Kenapa memilih Solusi IPAL & IPLT Kami

Prevent environmental pollution

Prevent the spread of disease

Improve public health

Promote economic welfare

Bima Sakti Alterra is here to participate in creating Domestic Waste Management solution, as well as collaborating with local government to invent the proper Domestic Wastewater Management Installation system according to standard thus the processing results can keep up with the provisions of the standard water quality.